Nikah itu Mahal

Akhirnya tadi aku sama Akbar dari Hotel Harper di kawasan Perintis buat liat tempat nikahan kita taun depan. 

Awalnya drama banget. Pagi-pagi aku udah text dia buat ingetin hari ini dia mau temenin ke Harper. Pas ditanya, dia bilang kita perginya sore aja, soalnya dia ada acara gitu lah sama anak-anak di asrama siangnya.

Tapi aku bilang gak usah nunggu sampe sore, kita berangkatnya ba’da Dhuhur aja biar banyak waktunya pas disana gak keburu malem. 
Dia tetap gak mau siang. Aku jadinya ngambek dan bilang “ya udah aku pergi sendiri. Kita gak usah nikah, kamu urus asrama kamu aja”.

Jadi karena gak ada siapa-siapa yang bisa diajak, aku ke tempatnya Angie, temenku, trus tanya apa dia bisa temenin. Angie bilang ayok. Maka kita berdua ke Harper lah pake angkot.

Hotelnya bagus. Gak gede tapi bagus. Cozy. Staff nya ramah-ramah. Dari petugas hotel kita dikasi tau kalo wedding expo nya ada di lantai bawah. Kita turun dan kaget karna sepi banget hampir gak ada orang. Ya udah, aku masuk ke ballroomnya dan liat baju bodo baguus banget. Pas tanya, harga sewanya itu 3,5 juta sekali acara. 

Pas aku di booth dokumentasi wedding, Akbar telepon. Awalnya aku masih ngambek, gak mau angkat. Tapi berdering terus jadi kuangkat. Dia tanya aku dimana? Dan dia bilang dia mau nyusulin. Kubilang gak usah, ini udah kelar. Dia tetap insist. Jadi kubilang ya udah. Aku lupa kasi tau klo aku bareng Angie. 

Harga dokumentasi wedding di booth yang aku datangi itu, buat foto aja paket yang paling murah (Silver) itu 5,5 juta ditambah video 5juta. Jadi total kalo mau foto plus video ya 10,5juta. Itu udah dua hari acara. Paket paling mahal (Platinum) harganya 24juta, foto 12juta video 12 juta. 

Akhirnya Akbar datang. Angie pulang pas tau kalo aku udah sama Akbar. 

Aku ajakin dia ke Ballroom biar dia liat tempat acaranya. Akbar sukaa banget sama ballroomnya, dia bilang ini gede loh tempatnya dibandingkan sama Aryaduta sama Immim. 

Trus kita ke booth nya Harper buat tanya wedding package. Paket paling murah itu 134ribu per pax, jadi kalo mau 500pax ya bayar 69juta. Paket paling mahal 190ribu something. Itu semua sudah include semua-semuanya. Bedanya cuma makanan, food stall sama jumlah free kamar. 

Akbar pikir kalo ditotal biaya nikah itu memang 100jutaan ya? Aku bilang ya gitu, kalo mau mahal ya ada, kalo mau murah juga bisa. 

Tapi aku aneh sendiri, soalnya urusin nikahanku sendiri rasanya tuh enteng. Maksudku, aku gak ada rasa excited atau nervous atau apapun yang bikin aneh. Padahal kupikir bakalan terasa beda. 

ya Allah, semoga rejeki kami dimudahkan. Aamin. 

Ri

Advertisements

The City

I got an offer to work out of town, to be an editor in a national media. It excited me, really. However, unfortunately I said no. 

I can’t leave Makassar again. I don’t want to. 

Years ago, I wanted to go out from this city so much. Every place somehow reminded me of the memories I want to forget. 

But then I came back and I met Akbar and I turned to love this city so much. My family is here either. My Mom also forbids me to leave home before I get marry. 

I start to make beautiful memories here and make it as homey as I could.  

Ah, anyway, I am going to teach again on Monday! It’s a small office in Haji Bau Street, near Wisma Kalla. Different challenge, different place. 

Allah knows best. 

RI 

Makassarku

Beberapa hari belakangan ini muncul berbagai peristiwa kriminal menghujani kota ini, kotaku, Makassar. Hal itu membuat saya geram namun sungguh. Kegeraman itu menjadi-jadi karena media terus menerus menayangkannya di televisi seolah-olah hal itu PANTAS dipertontonkan ke seluruh Indonesia.

Teman-teman menyayangkan hal itu. Mereka berpikir bagaimana nasib anak-anak yang baik? Apakah seluruh Indonesia akan mencap negatif semua anak yang asalnya dari Makassar? Bagaimana nasib perantau yang mengadu nasib di kota lain? Haruskah dinilai sesuai dengan apa yang disajikan oleh media?

Sungguh tidak adil!

Dan lalu saya ingin sekali membuat sesuatu. Namun saya berpikir apa yang bisa saya lakukan? Apa yang bisa saya lakukan untuk mengubah persepsi masyarakat yang terlanjur dibius oleh media yang cuma ingin rating tinggi?

Saya hanya tahu menulis dan itulah yang akan saya lakukan.

365 Hal yang Membuatku Jatuh Cinta pada Makassar.

Kenapa 365?
Saya berencana menulis satu kisah satu hari selama setahun.

Cerita-cerita sederhana yang membuat kita membuka mata dan hati untuk menilik kembali penilaian akan suatu kota.

Dan jika kalian punya sesuatu untuk dibagi tentang hal-hal yang membuatmu bangga pada kota Makassar, dan semacam itu, kamu bisa mengirim cerita itu ke riana_anwar@yahoo.com

Saya percaya, Makassar bukanlah sarang mahasiswa yang hanya doyan tawuran. And I will prove that wrong.

RI
*semoga proyek ini bisa berjalan dan bukan cuma gagasan saja*

Makassar, 15 November 2014

Longing My Productive Days

Gak ngapa-ngapain just stay at home during holiday season itu gak enak banget. Now I am longing my productive days!

Dengan kepedean luarbiasa saya yakin bakalan bisa dapat kerja dengan mudah pas balik ke Makassar. Tapi udah sebulan lebih gak bikin apa-apa disini dan hal itu bikin hati dan pikiran mampet. Alhasil di rumah bosen. Diajak jalan keluar juga rada males. Gak ada pergaulan lagi. Bebi dan Andromiro juga cuma dipake update social media. Dapet bbm tapi semuanya broadcast.

Yah. What should I do ya selain menunggu hidayah dan rejeki dari Allah. Semua udah diatur juga. Aku udah kirim aplikasi kerja ke beberapa companies tapi mungkin masih suasana libur jadi belum ada panggilan sampe sekarang.

Sabar aja.

Oh iya. Semalam aku mimpi mau nikah! Hahaha. Katanya kalo kita mimpi mau nikah kita itu mau meninggal. Kata adek, artinya aku mau sakit. Tapi aku kan memang udah sakit. Jadi gak tau mana yang bener.

Okay. Have a wonderful days everyone. Alhamdulillah masih bisa dapet period minggu ini. Masih ada waktu kumpul bareng keluarga juga di rumah tanpa kurang satupun.

Sunshine

Beautiful Kodingareng Keke

Nothing can compare my amazement by looking down from window plane when the aircrafts took off to the sky, leaving Makassar to Jakarta 2 weeks ago. That was the first time I’ve seen all of the isle in Sulawesi with a blue sky and blue-greenish sea. It’s just so beautiful, everything just so broad, deep, green and unfold.

I whispered, “Subhanallah…” and expected the pane become bigger so I could have seen more and more.

I knew that Indonesia had more than 17,000 isle. 5 of them are the biggest: Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi and Papua. Maluku, in addition, is a island with a thousand isle and islet around it. Bali, Nusa Tenggara, Komodo are lies in the south of Maluku.

Suddenly, I remembered my trip to one of the island in Sulawesi Selatan, about 14 kilometres from Makassar city on September 2011. The island named Kodingareng Keke. I came together with my friends from Anging Mammiri and Astamedia Group; Kak Nani, Astrid, Umroh, Kak Iqko and his a lot friends. We had fun there!

Maybe pictures would describe more than I could write here. You should come to see its beauty by your eyes since seeing is believing. The clear air, white sand, bright sky, blue and deep water with various coral and reefs lied under the sea. It’s precious and priceless place to see!

You can reach Kodingareng Keke by boat from Kayu Bangkoa harbor, Makassar. You just paid about Rp.50.000,-. This island is slightly remote, you will find no population of people here. So, come with your friends and lover here and experience the beauty of this island!

Sunshine