Kata-Kata Menjelang Tengah Malam

Pukul dua pagi lewat sepuluh menit. Biasanya saya sudah tidur sejak sejam yang lalu. Tapi hey, it’s holy day for some people who are Christian enough, and luckily we had four days off! And mom’s not here. Everybody’s been sleeping since 11. So, screw with Rhoma Irama, i’m having my stay-up-late post!

Tengah malam

Kata-kata lahir 

Dalam kepala, dalam ruang

Mereka kadang bersuara lebih keras dibanding putaran kipas tua yang masih terus berputar. 

Ambang batas

kata-kata
Lebur

dalam pikiran
kemudian 

Pudar, pendar. 

Lari
Tak perlu kujelaskan 

Hanya itu yang kudengar

Kata-kata menjelang tengah malam.
Setelah kutuliskan

Mereka seharusnya bisa membiarkanku tidur

RI

Advertisements

Today

Today, I have this uncanny feeling that would be explode in a minute. These are the reasons:

1. Mr. W, until this minute, hasn’t replied my text yet. You know the feeling when you expect the urgent and important replied but you don’t get one?

2. My Movers 2 class was messy. I was so disappointed and sad and mad but they’re just kids. But I can’t tolerate their attitude any longer.

3. I had my PMS

I’m going to go home now with Mr. Amin. So, later!

RI

Lie to Me

Mestinya kau tidak boleh baik-baik lagi padaku. Tidak lagi, setelah kau memutuskan berpisah dan pergi dengan wanita itu. Kau tidak semestinya meminjamkan bahumu tempat kepalaku bertumpu, kau tidak semestinya memaksaku memakai jasmu untukku mengusir beku udara malam.

Aku sudah membencimu saat kau memilih wanita itu dibanding diriku. Tapi kenapa kau datang lagi berbaik-baik padaku? Kau membuatku bingung dan membuat perasaanku tidak menentu. Apakah kau memang mencoba mempermainkan aku, hatiku?