Last Day Teaching

Today was my last day teaching my kiddos. No goodbyes, no tears, or hugs or anything. Actually, I didn’t feel anything. 

K was thankful. 

Why? I asked.

I don’t want you to be sad. I want you to feel good so you can let them go so you can move on. He replied. 

So for you who might wonder whether I had plans after this, I’d answer you with  “I’m afraid I don’t”-

I gave up my career as a journalist in 2013 then I started the new one as a teacher in 2014. Now I quit. again. Without any plans ahead. Again. 

Since my sister’s got married last  October, Mom now is putting her expectation on me, financially. Dad is no longer work. He is not able working due to his bad diabetic. Seeing my condition now, make me more miserable. 

But I’m sure there’s must be something precious awaits me there. 

So God. Please. 

RI 

Teh Pagi dan Selimut Hangat 

Ingin kutulis bait-bait puisi yang hangat seperti pelukan ibu. 

Tapi aku hanya punya selimut yang cukup menahan dinginnya pagi  masuk dan membuat gigil. 

Dulu jika aku bersin, ibu akan berlari ke arahku dengan segelas teh panas yang uapnya terbang ke udara.

Ibu akan menasehatiku tanpa jeda, betapa kesehatan itu penting

Dan percuma mimpi dan ambisi kita besar jika tubuh tak mampu menopangnya. 

“Kenapa kau brengsek pada tubuhmu sendiri? Makan! Minum ini!” katanya

Lalu ibu akan memberikan kedua lengannya melingkar di seluruh badanku tanpa berkata apa-apa

RI

Tears

Mom cried while she was hugging me in car tonight. I don’t know what happen with her. It is unusual thing. When Lulu asked about her blurry redish eyes, she said she was upset not having a son.

But I don’t trust what she said.

There must be something went wrong.

RI

Get in Shape

Belakangan ini saya sering sekali sakit.

Ini saja gejala pilek sudah datang. Tenggorokan sakit, kepala pusing, suhu badan hangat.

Padahal hari ini ada empat kelas yang mau diisi. Ada tambahan satu kelas di jam 2 karena guru yang biasanya ngajar masih di kampung.

Dini, one of my bestfriend, nanya soal mau daftar OJK apa tidak. Dan saya jawab gak minat soalnya kemarin daftar CPNS dan BPJS malah gak lolos bahkan berkas pun tidak. Saya juga udah malas memikirkan cara buat escape dari kantor, mengingat ijazah sarjana masih ditahan. Setahun tiga bulan lagi kontrak berakhir. Saya mau sabar aja sampai waktunya tiba. Sambil melakukan aktivitas lain.

Dan yang terpenting sekarang bagaimana bisa menjaga kesehatan supaya tidak terus-terusan begini.

Kemarin niat mau fitness. Mama bilang dekat rumah saja, gak usah jauh-jauh. Saya pikir iya juga, soalnya kantor juga jaraknya 15 menit maksimal naik motor. Jadi pagi bisa olahraga, siang kerja, malam bisa istirahat.

I gotta go. I have to be in office before 1 pm.

RI

Blessing

Selamat hari raya Idul Adha!
Pagi ini saya bangun pukul 9. I have my period so I didn’t do the pray. Setelah keluargaku pulang solat, seperti biasa, kami melakukan ritual sungkeman.

Bapak dan Mama duduk berdekatan. Kemudian satu persatu anaknya menyalami tangan dan meminta maaf. Saya, yang baru bangun saat ritual berlangsung, tanpa cuci muka dan gosok gigi, langsung berlutut dan memeluk mereka satu persatu.

Saya tak mengatakan “maafkan Pak”. Saya hanya memeluk Bapak dan beliau balas memeluk. Setelah itu, dengan masih berlutut, saya melingkarkan tanganku ke pinggang Mama.

Mama membelai kepalaku. Sambil terisak, beliau berdoa. Doanya jelas dan terang.
“Semoga bisako menikah cepat Nak. Semoga ta’buka jodohmu Nak”. Doa itu terus dirapalkan dan saya hanya diam mendengar dan terus memeluk. Dalam hati saya menjawab “aamiin” berkali-kali.

Sungguh, memiliki orangtua seperti Bapak dan Mama adalah berkah yang takkan pernah kudustakan.

RI

Words For Mom

Mama adalah perempuan paling hebat yang pernah saya kenal sepanjang hidup saya.

Padahal beliau tidak sarjana. Pendidikannya cuma sampai SMA. Tapi beliau alhamdulillah, berhasil membesarkan enam anak perempuan. Dia mengasuh, menyekolahkan dan mendidik anak-anaknya hingga sarjana. Bahkan dua diantaranya sudah pernah menginjak luar negeri. Alhamdulillah.

Mama bukan cuma menuntut kesempurnaan akademik. Beliau juga keras pada akhlak dan agama.

I am the luckiest girl for having her as mother.

She loves me, unconditionally.

Tapi malam ini Mama bilang seperti ini.

“Mama gak mau berharap lagi sama anak-anak. Lebih banyak kecewanya”,

Dan saya jawab,
“gak ada yang bikin kita kecewa selain memupuk harapan, Ma”,

Mama diam.
Beliau kecewa karena kasih sayangnya pada anaknya tak berbalas sesuai apa yang diharapkannya.

Taruhlah harapanmu pada Yang Maha Satu. Allah SWT.

Makassar, 2014.
Disaat udah mau tidur tapi tak bisa. Badan meriang dan suara hampir hilang.

Cats

I dislike cats. I wonder why do people love ’em. Why people can sleep one bed with ’em. I don’t like their fur, their hisses, their everything.

Cats is bad.

One funny thing is my father always talks with cat. It’s not like “Hi, how are you? Have you eaten?” kind of conversation like that, no. He only says like “there is no food for you today. Just go away”. My mother is the same. She always says “I have already given you food. Now go away”.

And I realize why I dislike cats.
That’s because my parents hate them too.

Sunshine