RIP Cory Monteith

finn rachel

finn

Last Saturday, this news made me so sad. I don’t know how to react but spread this news to my Gleeks friends by Twitter.

I started watch Glee from students in 2010. I loved it. My friends loved it, of course who’s not? The number of their songs and dances and life lesson, really exceptional. I can’t remember the last time I watch serial television show or movie that brings so much joy and happiness. I watched all the cast grown up, fighting and face their issues.

Until Cory Monteith as Finn Hudson, died. I am speechless. For now, I still can’t believe that guy, who really into love with Rachel Berry (Lea Michelle is his real life girlfriend too), gone. He was so genuinely kind and such a good gentleman. He had this staring and feeling to Rachel deeply in love. Cory is my favorite Finn Hudson, and my favorite man in Glee.

And now he’s gone. Glee will never be the same without him. And I don’t know whether I still want to watch Glee without Finn.

Rest in Peace, Cory.
We love you.

Adaptation

Dear Mama,

Tadi malam akhirnya aku menghabiskan film ‘Adaptation’! Setelah lama terkubur di dalam laptopku, akhirnya, tadi malam, tuntas. I am so happy since the movie was so brilliant.

Well, its casts are Nicolas Cage, Tilda Swinton and Meryl Streep. We can predict how good the movie is, can’t we?

Aku tak mau menceritakan filmnya padamu, Ma. Aku tau, kau tak pernah suka jika aku atau Bapak spending our time by watching movies. But, we always find a way to make you depressed. Hahaha, joke.

I do love its script! Here are its quotes. Damn, I just love them.

Adaptation is a profound process. It means you figure out how to thrive in the world.

Yeah, but it’s easier for plants. I mean they have no memory. You know, they just move on to whatever’s next. But a person, now adapting’s almost shameful. I mean, it’s like running away.

Donald:
I loved Sarah, Charles. It was mine, that’s love. I owned it. Even Sarah didn’t have the right to take it away. I can love whoever I want.
Charles:
But she thought you were pathetic.
Donald :
That was her business, not mine.

Ma, mungkin aku sama dengan Charles, yang tiba-tiba tersadar bahwa, mencintai itu hak siapa saja. Bahkan orang yang kita cinta tak bisa melarang kita. Dan sungguh, apa yang salah dengan cinta? Justru, bukankah karena itu peradaban dunia tercipta?

Sunshine

Atambua 39 Derajat (2012)

Atambua 39 Derajat.

Ilham sudah mau berangkat lagi ke Singapore hari Kamis, jadi saya sama Rahma mengiyakan ajakan nontonnya hari Rabu kemarin. Kita bertiga nonton di Metropole, kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

Film ini disutradarai oleh Riri Riza, produksi Miles Film. Setting cerita di Atambua, kota perbatasan antara Timor Leste dengan Indonesia. Tidak ada kesan sedang menonton film Indonesia. Saya seperti menonton film-film asing lain, yang agak absurd, yang dihidupkan dengan gambar-gambar memukau dari pemilihan shoot yang apik. Bahasanya bukan Indonesia, tapi memakai bahasa daerah Atambua. Jadi, resmilah, saya seperti menonton film asing.

Joau hidup dengan ayahnya, Ronaldo. Baginya tumbuh besar adalah dengan mendengarkan suara ibunya melalui kaset rekaman yang selalu diputarnya melalui tape recorder tiap pagi. Ayahnya pemabuk, kerja sampingannya menjadi sopir bus, yang kemudian dipecat karena banyak penumpang yang komplain. Hidup Joau tidak berwarna dan datar saja, hingga dia bertemu dengan seorang perempuan yang membuat hidupnya tiba-tiba berubah. Dia jatuh cinta.

Mungkin memang sutradara film berniat membuat film ini menjadi film semi dokumenter, sebab dilihat dari colouringnya seperti itu. Tapi, saya tidak terganggu dengan itu. Saya malah semakin impress- terkesan. Ada berapa film fiksi yang sekaligus semi dokumenter, yang mengupas budaya Timor, seperti yang dilakukan film ini?

Well, Ilham pernah buat satu tentang budaya Kajang di Sulawesi Selatan, tapi itu kan tetap saja, dokumenter.

Tapi Atambua 39 Derajat, berbeda.

Saya malah senang menontonnya. Filmnya jujur, gambarnya indah, atmosfirnya lengkap, cuma sayang sekali, tidak didukung dengan jajaran akting pemain yang baik.

Film statementnya juga menurut saya, luarbiasa.

Saya jadi heran apa yang dicari para muda mudi yang mengantri Breaking Dawn Part 2 alih-alih menonton film Indonesia layaknya Atambua 39 Derajat atau Jakarta Hati.

Well, have a nice watching!

Sunshine