The Weird Thing About Relationship

We always hope that it will last. But it doesn’t. The weird thing is, no matter how awful our last trial, we will always try to get the courage to begin again, to start over again, to have the trial and error with a completely different person once more. 

It is hurtful when we know that we are not worthed to fight for till the end. Yet, we still high our hope that maybe if it didn’t work with A, it might work with B. And then, the same pattern happens once again. Then we start to believe, maybe, we are too awful for everyone, we are not deserve to be loved. 

In fact, you are. 

So, it’s time now to make yourself in peace, Ri. Forgive him whoever has hurted you, taken you for granted, cheated on your trust. 

Because love is that weird. And there must be someone out there who will love you unconditionally, who wants to say “Agree” to all your Terms and Conditions, to love you hard with all his heart, and to marry you, and gives you nothing but love and happiness. 

RI

Advertisements

Kekasih

Saya suka menulis tentang K sebab dia adalah salah satu hal yang selalu terasa menyenangkan dalam hidupku.

Saya selalu menulis tentang apa yang membuatku bahagia, sedih dan marah disini sebab hal-hal itu nyata dan mudah dipahami. 

Misalnya dari senin hingga sabtu lalu, saya tidak bertelepon dengan K. termasuk fakta bahwa kami sekota dan sudah sebulan lebih tidak ketemu, dan juga PMS menyerang, saya kesal sekali padanya karena dia tidak mengacuhkan sms-smsku. 

Jadi saya bilang kalau saya tidak mau mendengar suaranya dan silakan pikir sendiri kenapa. 

kadang saya memang bisa sangat jahat dalam berkata-kata. pengaruh dari orang sekitar. 

Dan dia benar-benar tidak menelponku. saat akhirnya sudah mau lima hari, saya menelpon dan bilang maaf. 

Dan saya juga bilang alasanku marah waktu itu. 

Dan begitu saja, kami kembali berbaikan. 

Kejadian ini membuatku berpikir kalau K is such a smart and a gentle man. He knows how to handle me. Dia tidak pernah bilang apa-apa kalau saya marah dan mengomel tentang betapa kecewanya saya padanya. Dia cuma diam dan mendengar dan menunggu saya selesai. Trus dia bilang “salahku juga sih. Maaf ya”. 

Dan sampai detik ini he’s still  the man who makes my heart skips a beat. 

I know to handle him, too. 

Betapa saya harus mengerti dan sabar kalau dia sibuk di klinik, UGD atau rumahsakit dan tidak dapat kabar apa-apa berhari-hari. Pas ditelpon, cuma 5 menit pas dia punya jeda sedikit. Anita sampe bilang, “kamu itu sebenarnya punya pacar atau tidak sih?” saking kemana-mana selalu sama Nita saja.

He knows how to handle me. And I know how to handle him. And that’s why we survive till now and hopefully till forever. 

Love, 

RI

Trial and Error

Malam ini topik pembicaraannya masih soal relationship. Diatas angkot yang melaju ke arah rumah, dia menatap wajahku yang jelas sedang memikirkan  sesuatu. 

👦 : mikir apa? soal trial and error lagi?

👧 : iya. 

👦 : kan sudah kujawab.

👧 : I don’t understand. 

👦 : gak ada yang rasional kalo ngomong soal perasaan. 

👧 : when they say “heart”, where the hell is that? I only know one, its function is pumping the blood. 

👦 : it’s right here. *tap his chest with his palm* 

👧 : how do they know it’s there?

👦 : because the pain is in here. not in any place. 

👧 : why do they call it heart, too? Why don’t they name it with another name? 

👦 shrugged 

👧 : so they have two hearts. 

👦 : yes. one to pump the blood, another to feel something. 

👧 : this is my stop. see you. 
RI
RI