Blend In

It’s been 6 months I’ve been working in school and I still feel don’t belong to it. I got these complicated coworkers and sometimes I feel get left behind. I feel unwanted. 

Today I didn’t go to school. I informed them about it and they didn’t respond even only with “okay”. 

This is the first time and the first place I feel difficult to blend myself in. Everybody has already got everyone and they don’t want to take anyone new to join in. 

They never feel like to inform me about anything. I have to ask, I have to know by myself, I have to find out by my own. Nobody wants to try to getting closer to me, nobody wants to joke or something. Everything is so formal and strict. They only joke around with their friends and I don’t understand which part the funny sides.

It’s been 6 months and I don’t have a friend. 

I wish everything will be different in a year. 

Ri

Advertisements

Istoria da Paz


Saya tidak tahu siapa Okke ‘sepatumerah’ sebelum masuk ke dunia Twitter. Ada yang suka me-retweet tweetsnya yang menurut saya keren and deserve to be followed. Saat mulai mengikuti tweetsnya, saya pikir dia bukan penulis. Hingga saya mendapat Istoria da Paz * ini di rak buku Gramedia. Covernya eye-catching, judulnya unik, saat membaca siapa penulisnya dan harga bukunya cocok dengan kantong, saya lalu memboyong buku itu ke CASHIER.

Jadi, saya mulai membaca dan terus membaca. Di awal, saya mengira buku ini dangkal, hanya membicarakan kehidupan masyarakat perkotaan yang bebas. Ternyata saya salah. Buku ini lebih dari itu. Buku ini mengingatkan saya pada buku-buku Mitch Albom yang membicarakan soal kehidupan. Bagaimana memaafkan, apa itu bahagia dan konsep tentang garis kehidupan yang bersinggungan atau saling menyilang.

Damai Priscilla, seorang editor sebuah perusahaan penerbitan, mendapati diri dan hatinya hancur setelah tahu pacarnya selingkuh. Dia kemudian ditugaskan untuk menulis tentang ‘Sekolah Damai’, sebuah sekolah alternatif bagi anak-anak Timor Leste di camp pengungsian di Timor Barat. Disanalah dia mulai menata hati dan hidupnya kembali, membuatnya melihat hidup dari sudut pandang yang berbeda.

Well, have a nice reading, then.

*Buku ini diterbitkan oleh GagasMedia tahun 2008. Judul lengkapnya Istoria da Paz: Perempuan dalam Perjalanan.

Sunshine

BBM Bully

Tita, adik saya yang duduk di kelas 3 SD bercerita dengan takut-takut pada Mama Papa bahwa buku cetak IPA miliknya dirobek-robek oleh teman kelasnya, Naura cs.

Mama bilang, teman-teman di sekolah Tita berasal dari golongan orang-orang makmur dan kaya raya. Tita juga pernah mengatakan pada saya bahwa temannya sering sekali berganti model Blackberry setiap hari. Entah mereka menggunakannya atau sekedar memamerkannya saja. Tita sering merengek minta dibelikan satu BB but we can’t afford it.

Tita langganan rangking I di sekolahnya. Dia juga ketua kelas. Dia pintar, humble, cerewet dan perhatian sekali. Mestinya dengan semua sifat dan sikapnya dia punya banyak teman yang baik padanya, namun dia hanya memiliki beberapa teman baik yang sembunyi-sembunyi, iri padanya.

Salah satunya bernama Naura. Menurut cerita Mama, Naura ini mengajak teman-teman kelasnya yang aktif di grup BBM untuk merobek-robek buku cetak IPA milik Tita. Dan lalu berhasillah aksi itu. Tita hanya diam, tidak melakukan apapun.

Kejadian ini sudah lama dan baru diketahui sekarang.

Papa marah sekali. Saya juga. Tapi saya hanya menulis cerita ini untuk meredamnya atau mungkin membaginya. Saya kemudian ingat tokoh San Cai di Meteor Garden. Mama bilang, iya ceritanya persis begitu.

Ah, saya benci BB dan BBMnya. In this case, I hate technology.

*Sunshine