Happy Birthday Riana

Happy birthday to myself! Another year has passed successfully. Life is hard and 28 years old living it seems a natural achievement, don’t you think?

So, thank you God. For giving me so much things I can’t count. 

My life is blessed. I have friends who love me. I have a boyfriend whom I adore and loves me back. I still have a family who live in a big house, full of food. I am healthy, beautiful and smart. I am a Muslim. I don’t have difficulties to access water and sunlight. 

I am not living in a war like one third of people are living now in their country. 

Lastly but not least, I am sure that Allah SWT and Rasulullah SAW are always by my side. 

Then, what do I need more? 

Life has been given me enough. I am thankful and I am so excited for the year ahead. 

RI

Hal-Hal yang Kusyukuri Hari Ini

Mungkin ada baiknya, di saat sudah berada di rumah atau kosan, sebelum tidur, kita mengingat hal-hal yang membuat kita bahagia di hari itu. Hal-hal yang telah terjadi yang butuh kita syukuri. Seperti,

1. Saya bisa terbangun sebelum adzan Subuh berkumandang dan berhasil mengalahkan kantuk untuk lalu bergegas ambil wudhu dan menunaikan shalat. Hal yang sangat sangat sangat sulit saya lakukan selama ini.

2. Saya cukup tidur. Pegal dan lelah lenyap.

3. Saya bisa menyempatkan waktu untuk mencuci baju.

4. Saya mendapat tiga ucapan terimakasih dari narasumber yang majelis taklim, pesantren dan profilnya sudah saya liput dan hari ini dimuat di Dialog Jumat. Saya merasa bahagia karena bisa berguna buat orang lain.

5. Saya bisa tetap bantu Mama walaupun jauh dengan mentransferkan beberapa dari gaji yang baru masuk hari ini. Saya selalu bahagia bisa membuat Mama lega. Saya sering ingin tersedak dalam tangis hanya karena mendengarnya berucap “Makasih nah, Nak”.

6. Saya nonton drama musikal Ariah sama Lida di Monas dan benar-benar terpukau. Standing ovation! prok, prok, prok.

7. Sampai di kosan dengan selamat.

So, what’s yours guys?

Sunshine

Learn Something

Saya belajar bahwa jika Tuhan ingin memberi kita rejeki yang melimpah, maka kita akan mendapatkannya tanpa peringatan. Allah tahu sekali cara memberi kita kejutan, baik dengan rejeki ataupun dengan musibah. Kekuasaan-Nya sungguh tiada batas.

Saya belajar bahwa kita harus siap sedia menerima segala kehendak-Nya. Musibah seberat apapun dan rejeki seindah apapun. Kita harus selalu ikhlas, sabar dan bersyukur. Sesungguhnya, ikhlas, sabar dan bersyukur itu tiga hal yang kadang sulit dilakukan oleh manusia, termasuk saya sendiri.

Kita semua masih sedang belajar menjalani hidup.

Saya juga belajar bahwa orangtua adalah penentu nasib kita. Kita akan bernasib baik jika kita berlaku hormat pada orangtua. Dan kita akan ditimpa sial, jika berlaku buruk pada mereka. Doakan mereka, hormati mereka. Jangan pernah sekalipun membuat mereka bersedih ataupun bersusah disaat kita malah bersenang-senang.

Ridha Allah ada pada ridha orangtua.

Allah memberi banyak sekali, sedangkan saya memberi sedikit sekali. Allah memberi saya segalanya, sedangkan saya tak memberi apapun. Tapi, rasanya Allah tetap saja sayang padaku. Allah masih saja baik dan mengasihi.

Maka nikmat mana lagi yang kau dustakan, Ri?

Sunshine

Hal-Hal yang Kusyukuri Hari Ini

Hal-hal yang Kusyukuri Hari Ini.

1. Interview Mas Ali Akbar, penulis buku Rezeki Itu Misteri, Mati itu Pasti. Ngobrol sama dia memberi saya banyak pelajaran soal apa yang penting dalam hidup ini.

2. Bisa menyaksikan tarian sufi. Itu loh, tarian yang cuma berputar kayak gasing. Penarinya laki-laki pake topi panjang dan kostum gamis rok yang melebar kalau lagi muter.

3. Dapat sendal cantiiiik sekali di Urban&Co. Saya sama Halimah akhirnya membeli sandal itu yang sedang diskon 50%. Halimah bilang, ‘gaji gak apa-apa dipake buat kita sendiri’ which is, itu hanya justifikasi terhadap sikap hedon dan konsumtif kami. But the sandal already stole my heart. :))

4. Dikasih buku gratis Mas Ali Akbar yang baru di launching hari ini berjudul yang sama tadi. Ada tanda tangannya juga spesial buat saya. Selama ini penulis yang baik seperti itu hanya Kak Aan Mansyur dan Pak Sapardi Djoko Damono.

5. Tiba di kosan dengan senyum karena kamar rapi tertata. Gak seperti kapal pecah.
6. Pulang dengan keadaan kenyang dan ada burger O.R. KFC sebagai jaga-jaga buat tengah malam.

7. Bisa shalat Magrib jamaah di Mesjid Kalibata City.

8. Pulang pergi gak dapat macet Jakarta.

Terimakasih ya Allah. Semoga saya bisa jadi hamba-Mu yang terus bersyukur. Tiada daya dan upaya melainkan dari-Mu.

Sunshine

Rahasia Bahagia

Jadi, sudahkah kita menyimpulkan rahasia kebahagiaan?
“Menurutku begitu.” katanya
Apakah Anda akan memberitahu saya?
“Ya. Siap?”
Siap.
“Merasa cukup.”
Itu saja?
“Penuh rasa syukur”
Itu saja?
“atas apa yang kita miliki. Atas cinta yang kita terima. Dan atas segala yang telah Tuhan berikan kepada kita”.
Hanya itu?
Ia menatap mataku. Lalu menghela nafas panjang.
“Hanya itu”.

Mitch Albom, Have A Little Faith
2009

Hidup

Kita melihat orang yang malang dan bersyukur kita tidak seperti mereka.
Kita juga melihat orang yang nasibnya lebih beruntung dan berpikir kenapa kita tidak seperti mereka.

Hidup.

Rasanya selalu berpihak ke satu sisi namun menolak-bahkan untuk sekedar melirik- ke sisi lain.