Sumber Kebahagiaan

Saya akhirnya memberitahu Akbar, kalau saya menjadikannya sebagai salah satu sumber bahagiaku. 
“So when something wrong happens with you, I’m unhappy”, I said. “Is it a good or bad thing?” I asked.

“It’s a good thing for me!Hahaha”, he replied.

“It’s a sign that you’re in love with me”,

Saya tahu kalau kita mustinya tidak boleh menaruh kebahagiaan kita pada hal-hal diluar diri kita. Makanya menurutku itu hal yang tidak bagus, saat membuat dia menjadi faktor yang bisa membuat saya bahagia atau tidak. 

“Tapi pasti hampir semua orang, Ri, menggantungkan kebahagiaannya pada orang-orang yang mereka sayangi. Karena kita ini makhluk sosial, kita bahagia karena orang lain”, 

Iya makanya cuma mau bilang itu. Kalau kamu itu salah satu hal yang bikin saya bisa bahagia atau sedih. 

“Yang membedakan adalah cara tiap-tiap orang menangani ketidakbahagiaannya, kekecewaannya pada orang lain. Dan sejauh ini, Ri, you did a great job handling me” 
“Pernah bahkan ada temenku yang diamuki pacarnya di UGD karena jarang kasih kabar. Tapi kamu, kalau saya telpon ndak pernah marah, kalau ketemu juga ndak nyebelin”,

Saat Akbar bercerita seperti itu, saya sadar tentang kebenaran sesuatu yang dikatakan Rasulullah SAW mengenai orang yang kuat. 

“yaitu orang yang mampu menahan emosinya saat dia sedang marah”,

“Kamu tangguh, Ri”,
Dan saya tau kenapa saya bisa sabar: karena saya cinta padamu. Ndak mungkin bisa sabar kalau ndak cinta begini. 

RI

Perubahan

Masa-masa awal pacaran dengan Akbar, dia boros sekali. He used to spend money without any second-thought. He was never in a “no money” situation. We used to meet and date every weekend. Hal itu terjadi hingga saya akhirnya menegur, “seandainya jumlah uang yang kita keluarkan tiap minggu buat jalan berdua ini ditabung selama setahun, kita bisa beli rumah. Seriously, you need to learn to save your money. Jangan terlalu boros”.

Dan akhirnya dia mulai menabung. 

Dia mulai menabung, mengumpulkan uangnya di botolan plastik. Setelah cukup banyak, dia membuka rekening bank sendiri. Setelah cukup banyak, dia mulai membeli barang-barang yang dia inginkan dengan tabungannya. Dia pake tabungannya buat jalan dan makan pas kita keluar bareng. 

Orang rumahnya terkejut karena dia berubah seperti itu. Mereka tak menyangka, Akbar bisa beli iPhone sendiri tanpa minta dibantu. Mereka tak tahu, bahkan sampai sekarang, kalau dia punya rekening pribadi, diluar rekening yang diberi keluarganya. 

Iya, dia memang belum bisa menyimpan uang hasil kerjanya sendiri. Tapi ini menjadi hal yang baik bukan? Dia lebih menghargai uang, dan susahnya bersabar. Memang sih, kita jadi jarang sekali keluar bareng, mungkin sebulan dua bulan sekali. Tapi it’s okay for me.

Dan dia selalu ingat, seperti malam ini, saat dia memberitahuku, betapa dulu dia boros. Lalu saya menegurnya dan menyuruhnya menabung. 

Saya senang bisa membawa dampak yang baik pada hidupnya. Saya bahagia bisa menjadi pendorong dan penyemangatnya untuk menjadi dirinya yang lebih baik. 

Semoga selamanya. 
RI

Hello 2017!

Helllloo!

It’s the second day of the new year of 2017 and I thought I want to say hi to my home. 

Jadi apa rencana tahun ini?

Karena menikah masih belum bisa terealisasi dalam dua tahun ke depan, mungkin saya akan loncat kembali ke rencana lanjut kuliah ke luar negeri. Tahun ini akan ambil toefl atau ielts test, incar skor 550 or 6.5
Lalu, akan ada pekerjaan dengan jobdesc dan lokasi yang baru di awal tahun ini. Jadi, akan ada banyak adaptasi dan semogaaa teman-teman yang baru.

Hal utama yang akan saya lakukan di tahun ini adalah menulis dan membaca. Lebih banyak postingan, lebih banyak terjemahan puisi di Medium, lebih banyak update buku di Goodreads. Hell yeah! 

Tahun ini akan ada badai besar dalam hidupku, kuramalkan seperti itu. But I will survive and hopefully, akan ada selalu lebih banyak orang-orang dekat yang mendorongku untuk maju dan lebih kuat. 

Akbar and I are having a complicated matter in terms of our relationship. I decided not to have a lot thoughts about it otherwise I will be depressed. Biarlah Tuhan saja yang mengatur gimana baeknya. I leave everything on God’s hands. 

So alhamdulillaah for everything. 2017, bring it on! Bismillah! 

RI

Hole

There’s a hole, a big hole in my chest. It’s open, hurtful and empty. 
I walk with that hole. I laugh, I walk, I eat and I pretend everything is alright while it’s not. 

We made it.

We hurt each other by words and by acts. 

And I hurt myself by hurting you.

RI

Akbar

Do we have a chance to be together like we always dream of?

Bulan ini Insya Allah jadi bulan terakhirnya co-ass. Dia hanya tinggal ujian Cardio dan IKM and it’s over. 
Hari-hari apa yang akan kami hadapi berikutnya? 

Rasanya waktu cepat sekali berlalu. Kami bertemu, saya bekerja, dia belajar.  Jika ada waktu kami keluar berkencan, nonton, makan malam. Kami bertengkar, bertelepon, menangis, marah, teriak-teriak lalu baikan lagi. Kami saling bersabar, ngambek, baikan lagi, ratusan kali bilang maaf, ratusan kali bilang terima kasih, ratusan kali bilang “aku sayang padamu”. 
Tadi kutelepon whatsapp dan dia bilang sedang mau menghadap ujian. Saya mau protes karena dia tidak berkabar seharian, tapi pas tau dia belum makan, protes saya raib. Bagaimana mungkin saya bisa marah dia tak mengirim pesan jika dia tak punya waktu hanya untuk makan?
Saya mungkin perempuan yang rasional. Saya selalu memakai pikiran dibandingkan perasaan saat berada dalam suatu hubungan sehingga saya selalu lebih menjadi pihak yang lebih pengertian. 

Mama lah yang mengajariku menjadi seperti itu. 

Saya: “Let me know kalau sudah pulang. Good luck sayang”.

RI

Get Up

Sakitku sudah berangsur-angsur membaik hari ini. Entah apa yang membuatku bangkit dan kembali  bersemangat. 

Hari ini banyak sekali kabar bahagia dari kawan-kawan dan saudaraku.

Isti’s tolobalango. 

Amel’s sweet 17 birthday will be held in PH Pettarani

….

And at the end of the day, Akbar called. He said sorry for being such a jerk lately. He promised to come in Amel’s day this Friday. I said thank you for making time. 

He said, “what I did can’t compare to what you did to me, Ri. You are just the kindest”.

It blew me away. 

I love you, thank you very much. 

RI

Mati

Every living creature will eventually die.

Saat sakit begini, saya sering mengingat mati. Rasanya kematian sudah dekat untukku. 

Tapi Tuhan, saya belum menikah. Agamaku belum sempurna tanpa itu. Saya juga belum membahagiakan kedua orang tuaku. Mama sering bilang kalau saya adalah anaknya yang paling berdosa karena suka melawan. 

Kedua hal itu yang selalu kupikirkan setiap kali mengingat kematian. 

Saya mau hidup sederhana. Saya tidak suka bekerja di kantor. Saya mau jadi istri dan seorang ibu yang produktif. Saya mau punya suami yang sayang padaku, membawaku berlibur setiap bulan dan membuatku bahagia disampingnya. Saya mau anak-anak yang lucu. Bersama, kami akan bercanda, tertawa, makan dan bermain dengan gembira. 

Hidup seperti itu rasanya indah, Tuhan. Bisakah kau memberikanku hidup seperti itu sebelum aku mati? 

RI