Personal, Uncategorized

Why

The most frequent question that popped in my head everytime I see K in person: why do I like him? Are you out of your mind? He looks so different from you and he’s not physically attractive.

But then I walk beside him. I sit side by side with him. We talk and talk and talk and he feels like a good friend. 

and I don’t care anymore about the question. About friends and family who underestimate his looks and appearance and think about how different we are and how we’re not supposed to be together. 

I like him and that’s enough. We are just fit together like a key and a keyhole, like a 36-shoe-size with my foot. 

Do we need a reason to fall in love? 

RI

Standard
Personal, Reina's Life

Charger

I can’t function well without my laptop and iPhone. It’s like I put half of my life inside them. All my works, photos, important files, songs, emails are there.

Keeping them in a good condition is one of the duty I must prioritise all the time including keeping them alive. In this matter, I rely on their each charger. If I can’t live without my gadgets, they can’t live without their charger. So, keeping the charger well is as important as keeping the gadget itself. 

This afternoon, my laptop’s charger was broken. My heart shattered because I knew I can’t afford a new one and I have a work to do. 

But suddenly, something pushed me to check my old laptop’s charger in the drawer which was still there somehow. So, it was really still there, the cable was covered with dust. I connected it to my laptop and HOW RELIEVED I was the minute I saw that orange light meaning it’s charging. 

I was so lucky. 

Months ago, same thing happened with my iPhone. I was worried so much because the fact that iPhone’s original stuff are so expensive. But suddenly I remembered. 

I remembered that K had the same iPhone with me. It was broken for so long but the charger was not! 

I texted him about my situation and hours later, he popped up in front of my house with the charger I wanted. 

Ah, how lucky I was. 

How lucky I am.

Alhamdulillah. 

Love,

RI

Standard
Personal, Reina's Life

Kekasih

Saya suka menulis tentang K sebab dia adalah salah satu hal yang selalu terasa menyenangkan dalam hidupku.

Saya selalu menulis tentang apa yang membuatku bahagia, sedih dan marah disini sebab hal-hal itu nyata dan mudah dipahami. 

Misalnya dari senin hingga sabtu lalu, saya tidak bertelepon dengan K. termasuk fakta bahwa kami sekota dan sudah sebulan lebih tidak ketemu, dan juga PMS menyerang, saya kesal sekali padanya karena dia tidak mengacuhkan sms-smsku. 

Jadi saya bilang kalau saya tidak mau mendengar suaranya dan silakan pikir sendiri kenapa. 

kadang saya memang bisa sangat jahat dalam berkata-kata. pengaruh dari orang sekitar. 

Dan dia benar-benar tidak menelponku. saat akhirnya sudah mau lima hari, saya menelpon dan bilang maaf. 

Dan saya juga bilang alasanku marah waktu itu. 

Dan begitu saja, kami kembali berbaikan. 

Kejadian ini membuatku berpikir kalau K is such a smart and a gentle man. He knows how to handle me. Dia tidak pernah bilang apa-apa kalau saya marah dan mengomel tentang betapa kecewanya saya padanya. Dia cuma diam dan mendengar dan menunggu saya selesai. Trus dia bilang “salahku juga sih. Maaf ya”. 

Dan sampai detik ini he’s still  the man who makes my heart skips a beat. 

I know to handle him, too. 

Betapa saya harus mengerti dan sabar kalau dia sibuk di klinik, UGD atau rumahsakit dan tidak dapat kabar apa-apa berhari-hari. Pas ditelpon, cuma 5 menit pas dia punya jeda sedikit. Anita sampe bilang, “kamu itu sebenarnya punya pacar atau tidak sih?” saking kemana-mana selalu sama Nita saja.

He knows how to handle me. And I know how to handle him. And that’s why we survive till now and hopefully till forever. 

Love, 

RI

Standard
Personal

Dosa

Entah setiap kali saya berdoa dan sholat, saya selalu merasa jadi orang yang paling berdosa di alam semesta ini. 
Saya selalu mengawali doa dengan minta ampun pada Tuhan. 

Dosa-dosaku berbanding lurus dengan nikmat dari-Mu; tak terhitung. 

Seperti buih di lautan

Seperti bintang di langit malam

Seperti pasir di pantai

Setiap sel-sel dalam tubuhku berteriak dosa. 
Saya akui tak pantas ke surga-Mu. Banyak yang lebih mulia dan shaleh dan ahli ibadah dibandingkan saya

yang setiap hari terus bergelimang dosa. 

tapi Tuhan, sungguh rasanya saya tak sanggup menuju ke neraka. 
RI

Standard
Personal, Puisi

Afraid

I am afraid if you’d leave me

I am afraid if you’d cheat on me

I am afraid if fate doesn’t let us to be together in the future

But what I’m afraid most is 

that I can’t love you anymore 

as much as I did when love came between us,

I’m afraid that there will be time when I see you right in the eyes and realized that the feeling has long gone

I am afraid to lose us

And I hope you feel the same way too

ps:

Happy 1st Anniversary, K! ❀️

One year down, yeay!
RI

Standard
Puisi

Beberapa Kata Sebelum Tidur

Tak ada kata yang lebih mudah dan indah kuucapkan selain rindu. 

Kau bahkan lebih dekat dari pelupuk mataku. 

Mencintaimu, mencintaimu. 

seperti rasa kantuk dan mata tertutup. 

Temui aku sayang walau sebentar 

Jangan kau bilang tak mau

Dimana tempat yang paling baik untuk bertemu di kala malam telah datang dan gelap meradang?

Aku bahkan tak bisa mengatur mimpiku jadi jangan disana.

Di lenganku saja kepalamu kau sandarkan

Di bibirku saja ujung kepalamu kau rebahkan

Mari istirahat sayang

Berdua kita jelang apapun yang akan datang

RI 

Standard
Personal

27 Years Old, Single and Unemployed

Well, it could be worse: no purpose in life. 

Sometimes when we are about to bounce, we must be at our lowest point first. Jatuh sejatuh-jatuhnya. 
When we want to see some moonlight and stars, we must be somewhere that’s really really dark.

Just hang on a little longer. 
Hang on a little longer. 

Help is on the way, Ri.

RI 

Standard