Pantas Dicintai

Yang biasanya kulakukan saat sedang sedih, kecewa bahkan marah karena satu hal yang terjadi diluar keinginanku adalah menghibur diri sendiri. Saya berusaha menenangkan hatiku sendiri, meyakinkan pikiranku bahwa semuanya akan baik-baik saja, pada akhirnya. 

Apa yang bisa kita lakukan misalnya saat orang yang ingin sekali kita dengar suaranya bahkan tak mengangkat telepon? Atau sesuatu yang kita idam-idamkan tak bisa kita miliki? Atau misalnya, kita telah mempersiapkan segala sesuatu sesuai rencana namun satu hal yang tak terprediksi merusak segalanya?

Tak ada. Kita hanya bisa menyiapkan dada selapang-lapangnya dan menerima dengan seikhlas-ikhlasnya. Kita hanya bisa berpikir bahwa terlepas dari usaha dan ikhtiar yang sudah kita lakukan, ada Allah SWT yang tak menghendaki sesuatu itu berjalan seperti yang kita mau. 

Dengar, Ri. 

Tak ada balasan apapun selain cinta, jika kau telah mencintai dengan tulus. Pun sebaliknya, jika kau menyakiti orang lain, sengaja ataupun tidak, kelak kau akan menerima sepantasnya. 

Jadi, cintailah lebih banyak orang tanpa prasangka. Sayangilah orang-orang terdekatmu. Dan please, sayangilah dirimu sendiri. Kau berharga. Tak ada duanya. Kau pantas dicintai, jika kau telah mencintai. 

RI

The Weird Thing About Relationship

We always hope that it will last. But it doesn’t. The weird thing is, no matter how awful our last trial, we will always try to get the courage to begin again, to start over again, to have the trial and error with a completely different person once more. 

It is hurtful when we know that we are not worthed to fight for till the end. Yet, we still high our hope that maybe if it didn’t work with A, it might work with B. And then, the same pattern happens once again. Then we start to believe, maybe, we are too awful for everyone, we are not deserve to be loved. 

In fact, you are. 

So, it’s time now to make yourself in peace, Ri. Forgive him whoever has hurted you, taken you for granted, cheated on your trust. 

Because love is that weird. And there must be someone out there who will love you unconditionally, who wants to say “Agree” to all your Terms and Conditions, to love you hard with all his heart, and to marry you, and gives you nothing but love and happiness. 

RI

Happy Birthday Riana

Happy birthday to myself! Another year has passed successfully. Life is hard and 28 years old living it seems a natural achievement, don’t you think?

So, thank you God. For giving me so much things I can’t count. 

My life is blessed. I have friends who love me. I have a boyfriend whom I adore and loves me back. I still have a family who live in a big house, full of food. I am healthy, beautiful and smart. I am a Muslim. I don’t have difficulties to access water and sunlight. 

I am not living in a war like one third of people are living now in their country. 

Lastly but not least, I am sure that Allah SWT and Rasulullah SAW are always by my side. 

Then, what do I need more? 

Life has been given me enough. I am thankful and I am so excited for the year ahead. 

RI

Pertanyaan 

Pertanyaan yang paling sering menggerogoti otakku adalah tentang nasib manusia. 
Kenapa Tuhan ada orang yang gampang sekali begitu jalan hidupnya seakan-akan tanpa rintangan, tanpa kesulitan, lempeeeeng muluuuuus begitu hidupnya. When they want something, they don’t need to wait too long till it’s achieved. 

Trus kenapa juga ya Tuhan, ada juga orang yang susaaah sekali pas mau sesuatu, lamaa sekali harus dulu bekerja keras berusaha banting tulang, ditolak sana sini, dihantam sana sini baru ada titik terang. 
Kenapa begitu ya Tuhan? Rasanya susah sekali memahami hukum nasib sebab tidak ada rumus default yang orang lain bisa lakukan. 

Kenapa ya Tuhan?

RI

Otak

katanya, liat sekarang, yang kaya itu Cina, nanti mereka akan menguasai Indonesia. Pribumi lah yang bekerja untuk Cina. 
Tapi lalu kupikir, lah di Makassar itu pengusaha terbesar adalah Kalla. Trus ada CT, yang punya Trans, dan mengakuisisi Carrefour, juga orang superkaya. Mereka bukan Cina. Mereka adalah orang yang bekerja keras. Jadi, kaya itu tidak mengenal etnis. Sukses tidak melihat etnismu apa. Kalau kamu mau kerja keras ya kamu akan sukses. Kenapa sih susah sekali berpikir kesitu? 
Kalau kita mau saja sedikit berpikir, sedikiit saja. Kita mungkin akan susah tertipu berita palsu. Kita tidak akan gampang menyama-nyamakan Firaun dengan Ahok sebab analoginya sama sekali berbeda. Kita tidak begitu saja percaya saat ada yang bilang Prof Taruna Ikrar mencela Ahok dan pendukungnya punya kelainan otak. Just because there is a lot of news supporting your opinion, doesn’t mean they are all true and needn’t to be confirmed at the first place. Please use your brain, because you have one.

RI

Sumber Kebahagiaan

Saya akhirnya memberitahu Akbar, kalau saya menjadikannya sebagai salah satu sumber bahagiaku. 
“So when something wrong happens with you, I’m unhappy”, I said. “Is it a good or bad thing?” I asked.

“It’s a good thing for me!Hahaha”, he replied.

“It’s a sign that you’re in love with me”,

Saya tahu kalau kita mustinya tidak boleh menaruh kebahagiaan kita pada hal-hal diluar diri kita. Makanya menurutku itu hal yang tidak bagus, saat membuat dia menjadi faktor yang bisa membuat saya bahagia atau tidak. 

“Tapi pasti hampir semua orang, Ri, menggantungkan kebahagiaannya pada orang-orang yang mereka sayangi. Karena kita ini makhluk sosial, kita bahagia karena orang lain”, 

Iya makanya cuma mau bilang itu. Kalau kamu itu salah satu hal yang bikin saya bisa bahagia atau sedih. 

“Yang membedakan adalah cara tiap-tiap orang menangani ketidakbahagiaannya, kekecewaannya pada orang lain. Dan sejauh ini, Ri, you did a great job handling me” 
“Pernah bahkan ada temenku yang diamuki pacarnya di UGD karena jarang kasih kabar. Tapi kamu, kalau saya telpon ndak pernah marah, kalau ketemu juga ndak nyebelin”,

Saat Akbar bercerita seperti itu, saya sadar tentang kebenaran sesuatu yang dikatakan Rasulullah SAW mengenai orang yang kuat. 

“yaitu orang yang mampu menahan emosinya saat dia sedang marah”,

“Kamu tangguh, Ri”,
Dan saya tau kenapa saya bisa sabar: karena saya cinta padamu. Ndak mungkin bisa sabar kalau ndak cinta begini. 

RI

Perubahan

Masa-masa awal pacaran dengan Akbar, dia boros sekali. He used to spend money without any second-thought. He was never in a “no money” situation. We used to meet and date every weekend. Hal itu terjadi hingga saya akhirnya menegur, “seandainya jumlah uang yang kita keluarkan tiap minggu buat jalan berdua ini ditabung selama setahun, kita bisa beli rumah. Seriously, you need to learn to save your money. Jangan terlalu boros”.

Dan akhirnya dia mulai menabung. 

Dia mulai menabung, mengumpulkan uangnya di botolan plastik. Setelah cukup banyak, dia membuka rekening bank sendiri. Setelah cukup banyak, dia mulai membeli barang-barang yang dia inginkan dengan tabungannya. Dia pake tabungannya buat jalan dan makan pas kita keluar bareng. 

Orang rumahnya terkejut karena dia berubah seperti itu. Mereka tak menyangka, Akbar bisa beli iPhone sendiri tanpa minta dibantu. Mereka tak tahu, bahkan sampai sekarang, kalau dia punya rekening pribadi, diluar rekening yang diberi keluarganya. 

Iya, dia memang belum bisa menyimpan uang hasil kerjanya sendiri. Tapi ini menjadi hal yang baik bukan? Dia lebih menghargai uang, dan susahnya bersabar. Memang sih, kita jadi jarang sekali keluar bareng, mungkin sebulan dua bulan sekali. Tapi it’s okay for me.

Dan dia selalu ingat, seperti malam ini, saat dia memberitahuku, betapa dulu dia boros. Lalu saya menegurnya dan menyuruhnya menabung. 

Saya senang bisa membawa dampak yang baik pada hidupnya. Saya bahagia bisa menjadi pendorong dan penyemangatnya untuk menjadi dirinya yang lebih baik. 

Semoga selamanya. 
RI