Renting a House

Rasanya tidak percaya kalau kurang dari 2 minggu lagi (12 hari lagi tepatnya), saya akan menjadi istri seseorang.

Istri seseorang.

I can’t believe myself I’m going to be someone’s wife.

Lam, can you believe it?

Kita berdua akan menjadi pasangan suami istri. Tinggal bersama di satu atap, makan sama-sama, tidur sama-sama dan memutuskan masa depan kita bersama-sama. Jika Allah SWT mengizinkan, kita akan menjadi orangtua dari anak-anak kita.

After we’re married, in this end of a year I will move to Jakarta. I’m going to say goodbye to my family and friends and also all my life in Makassar. You and I are going to live in a rent house near your office.

Our life will be totally different. I’m excited and terrified as well.

Lam, you’re going to be my husband. You are going to be the answer of the unsolved mystery that has been haunting me since my mid 20s.

Ri

Advertisements

Wedding Dress

It’s 17 days to our wedding ceremony.

Salah satu hal yang paling penting bagi bride to be like me adalah memilih gaun pengantin. We both had chosen the vendor yang surprisingly cukup memenuhi selera dan affordable (meskipun bagi beberapa orang ini masih pricey).

Namun, beberapa minggu lalu, saat indo botting (sebutan bagi orang yang menyediakan perlengkapan pengantin mulai dari pakaian hingga perlengkapan pernikahan maupun upacaranya) memperlihatkan wedding dress yang selesai dia jahitkan padaku, I was shocked karena gaunnya tidak sesuai ekspektasiku. I only wanted a white dress gown in simple manner but she made me a cream gown with payet di beberapa bagian dan bordiran di bagian roknya.

Saya dan Mama panik dan berpikir super keras, apakah tetap mau memakai gaun yang terlanjur dibikinkan tapi tidak sesuai dengan keinginan? Atau apakah kita mau mencari gaun di vendor yang lain? dengan konsekuensi harus lagi mulai dari nol dengan waktu yang begitu mepet? Belum lagu uang down payment yang sudah terlanjur dibayarkan ke vendor sebelumnya apakah mau direlakan saja?

Setelah berdiskusi cukup lama dengan indo botting, akhirnya dia memintaku fitting gaun yang lain. gaun pengantin putih. Dengan ogah dan malas karena kecewa, saya pun fitting dan saya tak menyangka saya menyukainya. It fits in my body (saya harus menghilangkan beberapa timbunan lemak di perut).

Saat indo botting tau saya menyukai gaun putih itu, dia juga cukup kaget as she said “That’s the gown you wanted? It’s easy and simple! I can make it for you in a week or two!”

Dan akhirnya begitulah kesepakatan dan keputusan diambil. Sekarang, saya menunggu gaun putih yang dijanjikan padaku selesai dijait. Semoga kali ini memenuhi ekspektasi dan harapanku as I want my wedding dress looks stunning on me. I don’t want to compromise because it’s only once in a lifetime and I really care on what I’m wearing in my super special event.

Help needed and waited, ya Allah.

Bride to be,
Ri