Perempuan

Dear M,
Perempuan mungkin tak pernah memiliki dirinya sendiri. Sebelum menikah, dia milik orangtuanya. Setelah menikah, dia punya suaminya. Terlebih jika ia telah menjadi ibu, anak-anaknya akan memiliki dirinya seluruh jiwa dan raga.

***
RI

Advertisements

Lie to Me

Mestinya kau tidak boleh baik-baik lagi padaku. Tidak lagi, setelah kau memutuskan berpisah dan pergi dengan wanita itu. Kau tidak semestinya meminjamkan bahumu tempat kepalaku bertumpu, kau tidak semestinya memaksaku memakai jasmu untukku mengusir beku udara malam.

Aku sudah membencimu saat kau memilih wanita itu dibanding diriku. Tapi kenapa kau datang lagi berbaik-baik padaku? Kau membuatku bingung dan membuat perasaanku tidak menentu. Apakah kau memang mencoba mempermainkan aku, hatiku?

Sajak Istri Pada Suaminya Sebelum Mereka Menikah

Sayang, saya harus memberitahumu beberapa hal
sebelum kita melangkah ke pelaminan yang mengkilat-kilat
sebelum kita berdua menaiki perahu dan berlayar
sebelum kau menghabiskan sisa hidupmu bersamaku:

1
Tanpa kau sadari, wanita yang kau nikahi ini
akan menjadi tua
gembrot
payudaranya akan susut
dihisap oleh anak per anak

2
Masanya akan tiba
saat kau jenuh dan bosan
pada wejangan yang tak kunjung berhenti
dan keluhan yang jauh dari reda dariku
tentang dimana seharusnya kau menyimpan kunci motormu
hingga baju apa yang sebaiknya kau kenakan di acara arisan keluarga

3
Kau akan mudah tersinggung
kita akan semakin mudah mencari-cari kesalahan
kita akan semakin egois
aku akan semakin sering memekik, berteriak dan menangis

Jika saatnya tiba
Maukah kau tetap bersabar padaku?
Sudikah kau mendampingiku melewati masa tua?
Bisakah engkau kuat saat aku lemah?
Menghiburku saat susah?

Sunshine
P.S
Entah, tapi setelah baca ulang ini, rasanya saya pernah membaca sajak yang sama entah dimana.