Membakar Mimpi

rasa takut membakar mimpi
matamu redup
tak lagi kulihat kerlip cahaya disana
yang biasanya memantulkan bayangan wajahku yang bahagia
sehabis menangkap lengkung senyum di bibirmu

apa yang kau khawatirkan, sayang?

katamu dengan datar,
‘aku ingin pergi’
sepersekian detik aku menunggu
kau tak jua melanjutkannya dengan penjelasan

‘kini apa yang salah?’

tak kutanyakan pula perihal penyebabnya
aku hanya menuntunmu
membantu mengepak pakaian, buku-buku,
dan setiap keping kenangan yang ada padanya
aku menangis tapi kesedihanku raup oleh ketakutan

mulutku tertutup
pikiranku liar
hatiku perih dan pedih
mataku kering

derik pintu
membahana
menutup
cahaya mataku
sirna
aku berdiri menyaksikan langkahmu tak henti di ujung mimpiku

kusadari kaulah ketakutanku
kau pula yang membakar mimpiku
lalu pergi begitu saja
seperti asap
yang tak kenal api mana dia berasal

Advertisements

Morning Thought

Jiwa yang tenang hanya bisa diraih kalau kita yakin. Kita yakin karena itulah kita jadi tenang, tidak tergesa-gesa atau terburu-buru. Tapi tak berarti diam saja tak melakukan apa-apa. 

Keyakinan bisa kita rasa jika kita sudah berusaha dan berdoa pada Tuhan. Saat usaha telah maksimal, doa telah sepenuh hati, yakinlah insya Allah semuanya akan dijabah pada waktu yang tepat. 
Jangan menginterupsi Tuhan dalam mengabulkan keinginanmu. Dia Maha Tahu segala sesuatu. 

Jiwa yang tenang. Yakin. Usaha. Doa. Lalu penyerahan diri.
RI

Mimpi Pergi

ketakutan membakar mimpi
matamu redup
tak lagi kulihat kerlip cahaya disana
yang biasanya memantulkan bayangan wajahku yang bahagia
sehabis menangkap lengkung senyum di bibirmu

apa yang kau khawatirkan, sayang?

katamu dengan datar,
‘aku ingin pergi’
sepersekian detik aku menunggu
kau tak jua melanjutkannya dengan penjelasan

‘kini apa yang salah?’

tak kutanyakan pula perihal penyebabnya
aku hanya menuntunmu
membantu mengepak pakaian, buku-buku,
dan setiap keping kenangan yang ada padanya
aku menangis tapi kesedihanku raup oleh ketakutan

mulutku tertutup
pikiranku liar
hatiku perih dan pedih
mataku kering

derik pintu
membahana
menutup
cahaya mataku
sirna
aku berdiri menyaksikan langkahmu tak henti di ujung mimpiku

kusadari kaulah ketakutanku
kau pula yang membakar mimpiku
lalu pergi begitu saja
seperti asap
yang tak kenal api mana dia berasal

There Is No Other Way

There is no other way. If you have a dream, you have to work on it. Pursue it by action, daydreaming is not enough and it’s not going to make it happen. Action will.

I set up the picture of University of Aberdeen as my phone wallpaper since 3 months ago. Tonight I am staring at it again and think, “it’s not going to be happened unless you do something about it, Ri”.

But see? I don’t know what slows me down. I don’t know. The biggest reason is me, indeed.

Sunshine

Dreams Will Find Their Way

Belakangan ini, saya sering sekali menggebu-gebu berniat ngelakuin sesuatu. Begitu bersemangat melakukan sesuatu di awal-awal. Namun seiring berjalan waktu, semangat yang begitu besar itu makin kesana makin meredup, dan akhirnya gone with the wind. LENYAP tanpa bekas.

Dan kalau diingat-ingat lagi, hal itu bikin nyesek.

Karena sebenarnya saya juga gak suka apa yang saya rencanain, mimpikan jadi nyata, malah harus terkubur hanya dengan alasan yang sebenarnya cuma sebagai excuse.

Dan kalau dipikir-pikir waktu yang telah terbuang percuma tanpa usaha mengarah ke rencana/mimpi itu udah banyak banget.

Jadi sekarang udah saatnya Ri, buat bangkit lagi dari kemalasan dan keterpurukan dari semua excuses yang saya made up sendiri.

Saya sendiri gak pernah bisa ngerasa cukup dengan ini. gak pernah puas. dan selalu mikir, sekarang apa Ri? sekarang apa?

selalu ada pikiran yang bilang “masa cuma seperti ini? come on, you can do more than this

mimpi saya terbesar saat ini adalah bisa publish buku. tapi buku apa itu, saya pun masih belum tau.

rencana lain yang terus mengikuti kayak hantu dan juga jadi alasan saya menulis ini adalah, lanjutin sekolah ke Inggris.

Kalau mikir dua mimpi ini perut saya jadi penuh kupu-kupu terbang. I am so excited.

Mimpi cuma mimpi. Action yang bikin mimpi kita jadi nyata. Yeah, I aware that.

Tadi saking bersemangatnya, saya udah browsing kota di Inggris. Jadi bukan London, Manchester atau Birmingham. Harus kota yang lebih kecil lagi, kota yang seperti Bath- kota yang ada di bukunya The Remains of the Day nya Keizo Ishiguro. Dan akhirnya tadi saya nemu Aberdeen di wilayah Scotland.

University of Aberdeen. Postgraduate International dan ambil Master di Creative Writing.

Which is applicable if I want to choose to be a lecturer in Communication. Besides, I reaally like writing and reading poems.

Bismillah.
Semoga ada jalan, semoga dimudahkan oleh Pencipta dan Maha Berkehendak. Semoga ini bisa jadi motivasi untuk bisa jadi lebih baik lagi, bisa jadi penggerak saya mulai dari sekarang. Dan semoga, semangat malam ini bisa terus ada. tetap ada dan teruuuus adaa.

Sunshine

Dream

Last night I had a weird dream. Like usual.

I can’t remember all the details now. It’s blurry and scatters. But one scene I remember is Mr. Indra was there. He said that the sun was rising in the east. He enjoyed the view of sky. Blue redish sky. So magical. So beautiful. Next thing I knew is I was standing beside him and just looked at the same view with him. Side by side.

You know we can’t control our dream. I found it really strange, though. I was  thinking about Mr. Indra when I awake only because I remember he gave me so many things to improve in my teaching technique.

So why on earth he came in to my dream last night?

I am having stomachache. It hurts. My stomach keeps growling. 😦

Sunshine

Mimpi

Semalam saya bermimpi. Mimpi itu lagi, mimpi yang sama saat saya baru saja pulang ke rumah Telkomas.

Another flight schedule dan lagi-lagi saya melewatkannya. Apa arti mimpi itu? Kenapa saya berulang kali mimpi ingin naik pesawat ke suatu tempat tapi tak pernah jadi?

Dan kenapa Brainwave juga selalu muncul dalam mimpiku? Aneh sekali karena saya tak pernah lagi mengingat-ingat dia saat saya sadar.

Kuharap ada jawabnya.

Sunshine