Baby Ahdan is Two Months Old

Hello!
Do you still remember about my twins nephews I’ve written here?
Yes. I know. They are not twins anymore since Adam passed away when he was 2 weeks old. But the other, Ahdan, still survived. He is 2 months old now. Let ne write about his depressing condition.

Good news is he is out of incubator. Now he is taken care of in a casual room in hospital. Before we can enter the room, we should clean our hands with sanitizer first.

Ahdan’s body is dark. He is sometimes yellow, sometimes he’s blue. His normal colour is dark, brown dark. He turns to green when he has breathing difficulties like choking. He turns yellow when his asphyxiate be worse.

I hope Ahdan is getting better day by day. I pray for his healthy. I wish for he can be stronger than before. You are Jagoan, Nak! The Boy Who Lived!

RI

Makassarku

Beberapa hari belakangan ini muncul berbagai peristiwa kriminal menghujani kota ini, kotaku, Makassar. Hal itu membuat saya geram namun sungguh. Kegeraman itu menjadi-jadi karena media terus menerus menayangkannya di televisi seolah-olah hal itu PANTAS dipertontonkan ke seluruh Indonesia.

Teman-teman menyayangkan hal itu. Mereka berpikir bagaimana nasib anak-anak yang baik? Apakah seluruh Indonesia akan mencap negatif semua anak yang asalnya dari Makassar? Bagaimana nasib perantau yang mengadu nasib di kota lain? Haruskah dinilai sesuai dengan apa yang disajikan oleh media?

Sungguh tidak adil!

Dan lalu saya ingin sekali membuat sesuatu. Namun saya berpikir apa yang bisa saya lakukan? Apa yang bisa saya lakukan untuk mengubah persepsi masyarakat yang terlanjur dibius oleh media yang cuma ingin rating tinggi?

Saya hanya tahu menulis dan itulah yang akan saya lakukan.

365 Hal yang Membuatku Jatuh Cinta pada Makassar.

Kenapa 365?
Saya berencana menulis satu kisah satu hari selama setahun.

Cerita-cerita sederhana yang membuat kita membuka mata dan hati untuk menilik kembali penilaian akan suatu kota.

Dan jika kalian punya sesuatu untuk dibagi tentang hal-hal yang membuatmu bangga pada kota Makassar, dan semacam itu, kamu bisa mengirim cerita itu ke riana_anwar@yahoo.com

Saya percaya, Makassar bukanlah sarang mahasiswa yang hanya doyan tawuran. And I will prove that wrong.

RI
*semoga proyek ini bisa berjalan dan bukan cuma gagasan saja*

Makassar, 15 November 2014

Becermin

Saya baru saja menyakiti hati kakakku yang sedang susah. Suaminya kerja di luar kota. Gajinya lumayan. Tapi entah pemasukannya tak juga cukup menutupi seluruh pengeluaran. Akhirnya kakak jadi nyusahin ibu bapak yang juga sudah susah. Jadinya saya marah. Maksudku kenapa sudah berkeluarga tapi masih nyusahin ibu bapak?

Kakak menangis sambil bilang padaku, “nanti kau rasa sendiri bagaimana berkeluarga!” sambil berjanji kalau dia memang menyusahkan, dia bakalan out dari rumah.

Jadinya saya makin marah. Pokoknya begitulah. Kami jadi adu mulut sampai mama bapak menegur keras, kami pun berhenti bicara.

Muncullah pertanyaan di kepalaku. Memangnya berkeluarga itu sesusah apa? Kalau memang susah untuk apa menikah?

Mama bilang jangan berpikir begitu. Menikahlah, maka sempurnalah ibadahmu. Lagipula kalau kalian menikah, masalah paling cuma soal ekonomi. Kalian atasi bersama, kelar. Nanti bahagianya sama-sama.

Jadi sekarang, karna jodoh pun belum tampak juga (saya tak tahu Tuhan kasih ketemunya kapan). Saya mau enjoy masa-masa sekarang. Momen dimana cuma mikirin masalah diri sendiri. Momen “aku” nya lebih banyak dibanding “kami”.

Dan menunggu waktu buat mendewasakan semua hal yang ada dalam diriku.

Karena saya gak mau nantinya setelah menikah masih menyusahkan orangtua. Karna menurutku kita harus balas budi dulu sama orangtua. They have done a really super awesome mission for raising us up.

Saya berharap saya bisa memberi lebih banyak pada orang tua setelah menikah nanti.

I am so sorry kakak.

RI

Menunggu Kiriman Badai

Untuk semua perasaan gundah yang dilahirkan rindu.
Aku cinta padamu.

Untuk setiap debaran hati yang kau buat terbang melayang,
kemudian dihempaskan dalam gelap.

Adakah yang lebih buruk daripada cinta yang tak terungkap?
Rinduku merana, dia tak terbalas.

Padahal telah kutitipkan pada badai hujan yang kau minta-minta sejak setahun lalu.

Setelah badai kembali, dia merusakku.
Sebab tak kau acuhkan ia.
Kau selalu mengira dalam badai hanya ada amarah.
Padahal telah kutitipkan seluruh nafas rinduku.
Hingga tercerabut habis dari ragaku.
Tak bersisa.

Sudahkah aku menulis bahwa aku cinta padamu?
Akan kutulis lagi sebab ini takkan kutitip lagi pada badai.

Kau lebih mencintai pelangi.

RI

Attention

We are so far apart
Yet so close
I can see your eyelashes
I want to blow them so they’ll fly
And make your eyes naked

So you can completely see me
You will appreciate
My presence

I love you
I love you
I love you

And I need your attention

RI

My Favourite Parts of Body

My favourite parts of my body are my eyebrow and chin.

Actually I love everything God has given me but I have my favorites.

Why eyebrow and chin?

Simply because they’re beautiful and unique. The eyebrow is perfectly curved and thin. I mean I needn’t to tidy it up or put something to bold its shape.
My chin is long and sharp. I don’t know why its shape like that. But it makes my round face isn’t too round.

Oh yeah, below is a picture of me and my sister. I am the one who is wearing hijab.

RI

IMG_0450.JPG

Dreams Come True

Before this phone is dead and I go to sleep. I just want to write that I am so proud seeing my friends had their dreams come true! I am beyond happy having them so succeed in their career path.
I want to be like them too.
I want to make my dreams come true too.
I have promised to myself.
I need triggers! A powerful one!

RI

Perempuan

Dear M,
Perempuan mungkin tak pernah memiliki dirinya sendiri. Sebelum menikah, dia milik orangtuanya. Setelah menikah, dia punya suaminya. Terlebih jika ia telah menjadi ibu, anak-anaknya akan memiliki dirinya seluruh jiwa dan raga.

***
RI

Run!

This morning I successfully woke up before 6 am and start to run!

I forget how does it feel like to run. I am not into sport. I don’t like running without reason. But the idea to live a healthy life wakes me up. I have to get in shape! What’s the point when you are rich, talented and beautiful if you are sick easily?

So I ran. I didn’t know that run could be that hard. My lungs screamed for air, my feet became so heavy I almost couldn’t make them move. But I kept running and it was so good.

I wish I could do it maybe more, continually.

RI