Good Night

Enough said
I just want to hear “good night, baby”
from you
even you are one million miles away from my bed
you know?
you are never far
in my mind
you are nearer than my own brain cells
you are nearer than anything I could imagine
you, my dear, are the air I breathe
you, my darling, that keeps my heart beats

“Good night, baby”,
and you kissed me for the very last time
when I lay down my body
in my own coffin

RI

He Left Me With My Heart in His Hand

Mom once told me a story which I think is a real event in the past.

“He left. That man left me after he promised to come back and marry me. But he lied. He lied and I was stupid”, she said.

“After he’s gone, I could barely feel anything. I wondered where was my heart going and I realize: he stole it. He took my heart with him. And how am I supposed to love someone else wholeheartedly?”

Mama pernah bercerita satu kisah yang kusangka adalah masa lalu yang nyata.
“Dia pergi. Lelaki itu pergi meninggalkanku setelah berjanji akan kembali dan menikahiku. Tapi dia bohong dan aku bodoh”, ujarnya.

Setelah ia pergi, aku tak bisa merasakan apapun. Aku bertanya-tanya kemana hatiku pergi dan aku sadar: dia telah mencurinya. Dia membawa hatiku pergi bersamanya. Bagaimana bisa aku bisa mencintai orang lain sepenuh hati?

RI

Anak Rindu

Jarak dan cinta melahirkan rindu.
Begitu kata orang yang lalu kau
ulang-ulangi padaku di telepon.
Kubilang padamu,
Rinduku semakin besar terpelihara.
Semakin besar rinduku,
makin cantik dirimu,
makin besar inginku membenamkan wajahmu dalam dada.
makin segar wangi rambutmu
dalam ingatan pucuk hidungku.

Delapan tahun kita memelihara rindu,
tanpa pernah lagi saling bertemu.
Masihkah kau menganggapku masa depanmu,
Kekasihku?

RI

What Are You Afraid Of?

Lately I’ve been so scared of death. I always remember about whether I spent my whole time well? Has my 25 years old time in this world been useful? Do I have a good life?

I have many things I am afraid of. That’s why I write this. I want to spill all out.
Foremost, I am afraid about my future. Which makes me afraid about when will I die.
Is it normal? I think about it five times a day. Imagining how would I die and leave alone in a dark hole. It terrifies me.
Will I get the chance to get married, having babies and family? Will I get the chance to fulfill my dreams visiting New York, London, Aberdeen, Tokyo and Mecca?

Mom keeps telling me about “I really want to see you get married soon. Look at your sister now. She is happy with her husband and son. She is 27 years old now”,

Which makes me counting. I am soon to be 26 years old, two months ahead. What have I done so far?
What have I done so far?
That question is haunting me. I feel like what I have done is never really enough. I could have done more, but I didn’t.

RI

Baby Ahdan is Two Months Old

Hello!
Do you still remember about my twins nephews I’ve written here?
Yes. I know. They are not twins anymore since Adam passed away when he was 2 weeks old. But the other, Ahdan, still survived. He is 2 months old now. Let ne write about his depressing condition.

Good news is he is out of incubator. Now he is taken care of in a casual room in hospital. Before we can enter the room, we should clean our hands with sanitizer first.

Ahdan’s body is dark. He is sometimes yellow, sometimes he’s blue. His normal colour is dark, brown dark. He turns to green when he has breathing difficulties like choking. He turns yellow when his asphyxiate be worse.

I hope Ahdan is getting better day by day. I pray for his healthy. I wish for he can be stronger than before. You are Jagoan, Nak! The Boy Who Lived!

RI

Makassarku

Beberapa hari belakangan ini muncul berbagai peristiwa kriminal menghujani kota ini, kotaku, Makassar. Hal itu membuat saya geram namun sungguh. Kegeraman itu menjadi-jadi karena media terus menerus menayangkannya di televisi seolah-olah hal itu PANTAS dipertontonkan ke seluruh Indonesia.

Teman-teman menyayangkan hal itu. Mereka berpikir bagaimana nasib anak-anak yang baik? Apakah seluruh Indonesia akan mencap negatif semua anak yang asalnya dari Makassar? Bagaimana nasib perantau yang mengadu nasib di kota lain? Haruskah dinilai sesuai dengan apa yang disajikan oleh media?

Sungguh tidak adil!

Dan lalu saya ingin sekali membuat sesuatu. Namun saya berpikir apa yang bisa saya lakukan? Apa yang bisa saya lakukan untuk mengubah persepsi masyarakat yang terlanjur dibius oleh media yang cuma ingin rating tinggi?

Saya hanya tahu menulis dan itulah yang akan saya lakukan.

365 Hal yang Membuatku Jatuh Cinta pada Makassar.

Kenapa 365?
Saya berencana menulis satu kisah satu hari selama setahun.

Cerita-cerita sederhana yang membuat kita membuka mata dan hati untuk menilik kembali penilaian akan suatu kota.

Dan jika kalian punya sesuatu untuk dibagi tentang hal-hal yang membuatmu bangga pada kota Makassar, dan semacam itu, kamu bisa mengirim cerita itu ke riana_anwar@yahoo.com

Saya percaya, Makassar bukanlah sarang mahasiswa yang hanya doyan tawuran. And I will prove that wrong.

RI
*semoga proyek ini bisa berjalan dan bukan cuma gagasan saja*

Makassar, 15 November 2014

Becermin

Saya baru saja menyakiti hati kakakku yang sedang susah. Suaminya kerja di luar kota. Gajinya lumayan. Tapi entah pemasukannya tak juga cukup menutupi seluruh pengeluaran. Akhirnya kakak jadi nyusahin ibu bapak yang juga sudah susah. Jadinya saya marah. Maksudku kenapa sudah berkeluarga tapi masih nyusahin ibu bapak?

Kakak menangis sambil bilang padaku, “nanti kau rasa sendiri bagaimana berkeluarga!” sambil berjanji kalau dia memang menyusahkan, dia bakalan out dari rumah.

Jadinya saya makin marah. Pokoknya begitulah. Kami jadi adu mulut sampai mama bapak menegur keras, kami pun berhenti bicara.

Muncullah pertanyaan di kepalaku. Memangnya berkeluarga itu sesusah apa? Kalau memang susah untuk apa menikah?

Mama bilang jangan berpikir begitu. Menikahlah, maka sempurnalah ibadahmu. Lagipula kalau kalian menikah, masalah paling cuma soal ekonomi. Kalian atasi bersama, kelar. Nanti bahagianya sama-sama.

Jadi sekarang, karna jodoh pun belum tampak juga (saya tak tahu Tuhan kasih ketemunya kapan). Saya mau enjoy masa-masa sekarang. Momen dimana cuma mikirin masalah diri sendiri. Momen “aku” nya lebih banyak dibanding “kami”.

Dan menunggu waktu buat mendewasakan semua hal yang ada dalam diriku.

Karena saya gak mau nantinya setelah menikah masih menyusahkan orangtua. Karna menurutku kita harus balas budi dulu sama orangtua. They have done a really super awesome mission for raising us up.

Saya berharap saya bisa memberi lebih banyak pada orang tua setelah menikah nanti.

I am so sorry kakak.

RI

Menunggu Kiriman Badai

Untuk semua perasaan gundah yang dilahirkan rindu.
Aku cinta padamu.

Untuk setiap debaran hati yang kau buat terbang melayang,
kemudian dihempaskan dalam gelap.

Adakah yang lebih buruk daripada cinta yang tak terungkap?
Rinduku merana, dia tak terbalas.

Padahal telah kutitipkan pada badai hujan yang kau minta-minta sejak setahun lalu.

Setelah badai kembali, dia merusakku.
Sebab tak kau acuhkan ia.
Kau selalu mengira dalam badai hanya ada amarah.
Padahal telah kutitipkan seluruh nafas rinduku.
Hingga tercerabut habis dari ragaku.
Tak bersisa.

Sudahkah aku menulis bahwa aku cinta padamu?
Akan kutulis lagi sebab ini takkan kutitip lagi pada badai.

Kau lebih mencintai pelangi.

RI